Punya Sancita: Purvangama - 100.000 Persembahan Air

2024-08-16

Punya Sancita: Purvangama - 100.000 Persembahan Air

 Setiap orang pasti menghadapi tantangan dalam hidup, dan ini adalah kenyataan yang tidak bisa disangkal. Kita mungkin cenderung berdalih, "Masalah ini hanya karena aku miskin." Namun, bahkan mereka yang tampaknya sangat kaya pun mengalami tantangan, baik dalam hubungan, spiritualitas, atau kesehatan mental seperti kehilangan rasa percaya diri akibat ketakutan akan pengkhianatan. Kita mungkin berpikir masalah tersebut muncul karena mereka tidak mempraktikkan Dharma. Namun, siapa yang mengatakan bahwa praktisi Dharma bebas dari tantangan? Bahkan sebelum mencapai pencerahan, seseorang bisa menghadapi berbagai masalah, seperti Pangeran Siddharta yang diserang oleh segerombolan mara sebelum mencapai Kebuddhaan.

Masalah pada dasarnya adalah manifestasi dari halangan yang disebabkan oleh karma buruk di masa lalu. Selama kita belum mencapai pencerahan, berbagai tantangan akan terus muncul, baik yang timbul dari dalam diri kita sendiri seperti kebodohan, kemalasan, dan keragu-raguan, maupun yang berasal dari luar seperti bencana alam, perlakuan buruk dari orang lain, atau kecelakaan. Semua tantangan ini adalah akibat dari ketidakbajikan kita dan akan terus ada hingga kita mencapai pencerahan.

Namun, kabar baiknya adalah kita masih bisa mencegah benih ketidakbajikan ini berkembang menjadi masalah besar dalam hidup kita. Karena setelah benih itu berkembang, bahkan seorang arahat pun tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Jadi, bagaimana caranya?

Pūrvaṅgama (Tib. Ngondro) adalah praktik mendalam bagi mereka yang ingin mempersiapkan diri secara serius dalam menapaki jalan Dharma dan mencapai pencerahan. Praktik Pūrvaṅgama berfokus pada penghilangan halangan-halangan yang menghambat pencapaian tujuan kita. Dengan mengatasi halangan-halangan ini, kita akan lebih mudah melakukan tindakan bajik yang membawa kebahagiaan besar. Salah satu praktik Pūrvaṅgama yang terbukti efektif dalam mengatasi berbagai halangan adalah praktik mempersembahkan 100.000 persembahan air.


Tentang 100.000 Persembahan Air

Dalam tradisi Buddhis khususnya di Tibet, terdapat tradisi mempersembahkan air  kepada para Buddha. Tradisi mempersembahkan air tentu terkesan sepele. Namun, air sendiri sebenarnya sangatlah penting bagi kehidupan semua makhluk dan juga secara alami mudah ditemukan di Tibet. Dengan demikian, mempersembahkan air masih merupakan mempersembahkan barang yang berharga kepada para Buddha.

Selain itu, ternyata manfaat yang didapat sangatlah besar. Hal ini sangat bergantung pada kekuatan pikiran saat kita memvisualisasikan air tersebut dan mempersembahkannya kepada para Buddha.

Kenapa Mangkuk Berjumlah Tujuh?

Dalam mempersembahkan air, kita bisa melakukannya dengan mempersembahkan satu set persembahan air berisi 7 mangkuk air.  Jumlah tujuh mangkuk sendiri mewakili Praktek Tujuh Bagian untuk mempurifikasi hal-hal negatif dan mengumpulkan kebajikan, yang terdiri dari: penghormatan, memberikan persembahan, pengakuan akan perbuatan negatif, bermuditacita dalam kebajikan diri sendiri dan orang lain, memohon kepada Buddha untuk terus mengajar, memohon kepada Buddha untuk terus berada di dunia, dan mendedikasikan kebajikan. 

Ketika mempersembahkan, setiap mangkuk airnya juga divisualisasikan sebagai air minum, air basuh, bunga, dupa, pelita, wewangian, dan makanan. Dengan demikian, ketika seseorang mempersembahkan persembahan air, ia tidak semata-mata hanya mempersembahkan air yang berharga, namun juga beraneka macam persembahan melalui kekuatan pikiran. 

Buku yang bisa dipelajari: 
Inilah yang harus kuperbuat

Cara Mempersiapkan Persembahan Air

Sebelum meletakkan 7 mangkuk persembahan air di altar, biasanya sedikit air dituangkan terlebih dahulu ke tiap mangkuk yang telah dibersihkan. Hal ini dilakukan sebagai persembahan awal untuk memastikan mangkuk tidak diletakkan di atas altar dalam keadaan kosong yang dapat menjadi sebab ketidakmakmuran. 

Sebelum melakukannya, pertama-tama mangkuk yang bersih dipegang oleh tangan kiri, kemudian dikonsekrasi dengan mengucapkan tiga suku kata Om Ah Hum, dengan mangkuk teratas telah terisi setengah air sebelumnya.

Selanjutnya, air dari mangkuk teratas dituangkan ke mangkuk kedua sebelum diletakkan di altar, menyisakan sedikit air di mangkuk pertama. Proses ini diulangi hingga semua tujuh mangkuk berjejer lurus dari kiri ke kanan di atas altar, dengan jarak antar mangkuk kira-kira selebar satu biji gandum. 

Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan

Jika tujuh mangkuk berisi air yang dipersembahkan dan ditata di atas altar tersebut bersentuhan, diyakini akan menyebabkan kelemahan mental; jika jaraknya terlalu jauh, diyakini akan menyebabkan keterpisahan dari guru.  

Kemudian, jika air dituangkan hingga meluap dari mangkuk, diyakini akan menyebabkan kemerosotan disiplin moral, sementara ketinggian air yang terlalu rendah akan menyebabkan ketidakmakmuran. Bernapas dekat mangkuk persembahan tidak dianjurkan karena dianggap menyebabkan ketidakmurnian.

Dengan demikian, ketika mempersembahkan persembahan air, harus dilakukan dengan hati-hati.

Setelah semuanya selesai, satu set persembahan tujuh mangkuk, maka selanjutnya setiap mangkuk akan dimurnikan dengan asap dupa sembari membaca Om Ah Hum.

Setelah mengetahui makna dan besarnya manfaat dari praktik mempersembahkan air, sekarang kamu bisa berpartisipasi mengikuti program pengumpulan kebajikan dan purifikasi 100.000 persembahan air kepada Triratna secara intensif dalam program Punyasancita Pūrvaṅgama di Biara Indonesia Tuṣita Vivaraṇācaraṇa Vijayāśraya.

Tentang Punya Sancita

Punya Sancita merupakan program pengumpulan kebajikan dan purifikasi intensif di Biara. Program ini terbuka untuk semua orang yang membutuhkan keadaan yang kondusif untuk berjuang mengembangkan batin.

Waktu kegiatan: dibuka sepanjang tahun (minimal 1 minggu)

Biaya:

  1. Biaya dasar:
    1. Bayar penuh (Rp150.000,-/hari, mencakup biaya akomodasi, konsumsi, laundry, operasional & dana pembangunan Biara)
    2. Subsidi sebagian (Rp30.000,-/hari, mencakup biaya akomodasi & konsumsi)
    3. Full subsidi
  2. Biaya bahan:
    Peserta akan dikenakan biaya air galon sesuai dengan pemakaian.

Biaya tidak termasuk transportasi ke Biara.

Daftar Punya Sancita disini

Informasi lebih lanjut, hubungi: Sandry (+62 831-9810-7269)

Jadwal Kegiatan*:

Waktu    

Kegiatan

06.00-07.00

Puja pagi

07.00-08.00

Sesi 1 (1 jam)

08.00-09.00

Sarapan

09.00-12.00

Sesi 2 (3 jam)

12.00-14.00

Makan siang

14.00-17.00

Sesi 3 (3 jam)

17.00-18.00

Puja sore

18.00-20.00

Makan Malam

20.00-21.00

Sesi 4 (1 jam)

*Jadwal dapat disesuaikan dengan kemampuan peserta

Estimasi Ngondro Persembahan Air:

Per jam
1 jam = 19 set persembahan = 133 mangkuk (menggunakan 2–3 galon 12L)

Per hari
1 hari = 7 jam pengumpulan kebajikan
1 hari = 133 mangkuk x 8 jam = 1.064 mangkuk

Per minggu
1 minggu = 1.064 mangkuk x 7 hari = 7.448 mangkuk

Total waktu yang dibutuhkan = 100.000 / 7.448 = 13.5 minggu = 3 bulan 


Share :