Silsilah Ajaran Biara Indonesia Tusita Vivaranacarana Vijayasraya

Silsilah Ajaran


Menelusuri silsilah ajaran penting untuk memastikan bahwa ajaran tersebut tidak menyimpang dari yang telah dibabarkan oleh Sang Buddha.

Setelah Buddha Shakyamuni parinirvana, ajaran Beliau kemudian diwariskan kepada Maitreya dan Manjugosha. Maitreya memegang transmisi ajaran aktivitas luas dan Manjugosha memegang transmisi ajaran pandangan yang mendalam.

Silsilah aktivitas luas adalah ajaran yang menekankan tanggung jawab mengambil penderitaan semua makhluk dan memberikan kebahagiaan kepada semua makhluk.

Silsilah pandangan mendalam berkaitan dengan latihan kebijaksanaan untuk bisa menembus kebenaran yang hakiki. 

Kedua silsilah ini akhirnya digabungkan kembali oleh Guru Atisha Dipamkara Srijnana. Setelah Guru Atisha parinirvana, ajaran ini kemudian diteruskan kepada murid utama Beliau, yaitu Guru Dromtonpa. Beliau mendirikan tradisi Kadampa, tradisi yang menjadikan keseluruhan ajaran guru sebagai instruksi pribadi. 

Guru Dromtonpa membagi tradisi ini menjadi tiga jalur transmisi. Setelah tiga ratus tahun berlalu, Guru Je Tsongkhapa kembali menggabungkan ketiga jalur tersebut menjadi cikal-bakal Tradisi Gelug. Akhirnya, tradisi ajaran ini terus ditransmisikan hingga Dagpo Rinpoche Losang Jampel Jampa Gyatso, guru spiritual bagi Biara Indonesia Tusita Vivarancarana Vijayasraya.

Silsilah Emas yang Kembali Pulang

Ajaran Buddha ditransmisikan turun-temurun kepada murid-murid Beliau hingga para cendekiawan di Biara Universitas Nalanda, India. Salah satu cendekiawan termasyhur Biara Universitas Nalanda adalah Guru Suwarnadwipa Dharmakirti

Guru Suwarnadwipa merupakan seorang pangeran dari Wangsa Syailendra yang dulu berkuasa di Nusantara. Beliau memilih untuk hidup menjadi biksu dan belajar di Biara Universitas Nalanda. Guru yang merupakan satu-satunya pemegang silsilah ajaran tentang cara membangkitkan bodhicita dengan latihan menukar diri dengan makhluk lain menerima ajaran dari Guru Silabhadra dan Guru Shantarakshita

Pada masa Guru Suwarnadwipa mengajar, Buddhadharma di Nusantara sedang mengalami masa kejayaan. Beliau mengajar ribuan biksu di kompleks biara universitas yang kini dikenali sebagai Kompleks Candi Muaro Jambi. Berkat kemasyhuran Guru Suwarnadwipa tersebut, Guru Atisha Dipamkara Srijnana di India menempuh perjalanan 13 bulan lamanya untuk menemui dari Guru Suwarnadwipa. Guru Atisa berguru kepada Guru Suwarnadwipa selama 12 tahun.

Guru Atisha juga melahirkan karya agung, yaitu “Bodhipathapradipa” atau “Pelita Sang Jalan Menuju Pencerahan”, yaitu teks singkat yang merangkum intisari seluruh kitab-kitab Buddha menjadi panduan praktis menuju Kebuddhaan. Guru Atisha juga mentransmisikan ajaran tanpa putus di India dan Tibet. Salah satu guru yang menerima ajaran tersebut adalah Guru Dagpo Rinpoche. Guru Dagpo Rinpoche juga dikenali sebagai kelahiran kembali dari Guru Suwarnadwipa dan kini menjadi pembimbing spiritual utama Biara Indonesia Tusita Vivarancarana Vijayasraya.

Tahapan Jalan Menuju Pencerahan

Secara khusus, ajaran utama yang menjadi tumpuan utama dan diwariskan dalam silsilah ini adalah Lamrim atau Tahapan Jalan Menuju Pencerahan. Dalam struktur Lamrim, seluruh ajaran Buddha baik Sutra maupun Tantra terbukti tidak bertentangan, melainkan merupakan rangkaian praktik yang urut. 

Je Tsongkhapa menyusun ulasan ekstensif dari “Bodhipathapradipa” karya Guru Atisha yang berjudul “Lamrim Chenmo” atau “Risalah Tahapan Agung Pencerahan”. Dari situ, berbagai kitab Lamrim lainnya digubah oleh para guru silsilah dan diwariskan turun-temurun hingga sekarang. 

Biara Indonesia Tusita Vivaranacarana Vijayasraya mewarisi ajaran Lamrim beserta keseluruhan tradisi pembelajarannya dari Biara Dagpo yang juga dikenal sebagai Biara Lamrim. Selain karena memiliki kurikulum pembelajaran Lamrim yang ekstensif, Biara Dagpo juga telah melahirkan banyak sekali guru-guru silsilah Lamrim dengan realisasi nyata dan membimbing banyak makhluk meraih kemajuan spiritual.
 

Telusuri lebih lanjut:

https://dagporinpoche.id/tentang/pemegang-silsilah/
https://dagporinpoche.id/tentang/silsilah-emas/


Share :